Pengertian dan Pentingnya Keterbukaan dan Keadilan

Pengertian dan Pentingnya Keterbukaan dan Keadilan - Kali ini Pejuang Ilmu akan membahas tentang pengertian dan pentingnya keterbukaan dan keadilan.  Salah satu ciri pemerintah yang demokratis adalah keterbukaan, yaitu kemauan untuk memberitahukan hal-hal yang bersifat publik ke masyarakat umum. Dengan adanya keterbukaan, rakyat diajak berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pemerintahan. Keterbukaan dibutuhkan untuk memberi jaminan keadilan, yaitu bahwa seluruh kebijakan pemerintah ditujukan demi terciptanya rasa keadilan dan pemenuhan kebutuhan secara adil.

Pengertian Keterbukaan dan Keadilan


Saya akan membahas pengertian definisi dari kata pengertian dan keadilan.

Pengertian Keterbukaan


Definisi keterbukaan, keterbukaan dapat didefinisikan sebagai perwujudan sikap jujur, rendah hati, adil, serta mau menerima pendapat dan kritik dari orang lain. Keterbukaan atau transparansi berasal dari kata terbuka atau transparan. Istilah tersebut berasal dari bahasa Inggris transparent yang secara harfiah artinya jernih, tembus cahaya, jelas, nyata, mudah dipahami, tidak ada kekeliruan, dan tidak ada kesangsian dan keraguan.

Dalam hal penyelenggaraan pemerintah, keterbukaan dapat didefinisikan sebagai kesediaan pemerintah untuk senantiasa memberikan informasi faktual mengenai berbagai hal yang berkenan dengan proses penyelenggaraan pemerintahan.

Keterbukaan perlu diterapkan oleh sebuah negara, jika hendak mewujudkan negara demokratis, makmur, dan tenteram, rakyat akan kehilangan akses untuk terlibat di dalam penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini menyebabkan rakyat tidak mampu merasakan kesejahteraan.

Keterbukaan merupakan salah satu dari prinsip good govemance (pemerintahan yang baik). Menurut UN ESCAP, terdapat delapan prinsip good govemance yaitu sebagai berikut.

  1. Partisipasi.
  2. Supermasi hukum.
  3. Keterbukaan.
  4. Kepedulian.
  5. Berorientasi.
  6. Kewajaran dan ikluvisitas.
  7. Efektivitas dan efisiensi.
  8. Akuntabilitas.

Dengan menerapkan keterbukaan memberikan keuntungan bagi rakyat maupun pemerintah. Bagi rakyat akan dapat mengetahui proses penyelenggaraan pemerintahan, bahkan, rakyat dapat mengawasi dan mengontrol kinerja pemerintah agar tidak menyelewengkan kekuasaan, sedangkan bagi pemerintah dapat dapat mengetahui kehendak rakyat, sehingga penyelenggaraan pemerintah dapat dijalankan sesuai kehendak rakyat, bukan kehendak pemerintah.

Pengertian Keadilan


Keadilan berasal dari kata adil yang berarti tidak berat sebelah, tidak memihak, berpihak kepada yang benar, sepatutnya, dan tidak sewenang-wenang. Menurut pandangan umum, keadilan didefinisikan menjaga hak-hak orang lain, sehingga pengertian keadilan adalah memberikan hak kepada orang yang berhak menerimanya.

Adapun pendapat dari beberapa ahli mengenai pengertian keadilan antara lain sebagai berikut.

  • Franz Magnis Seseno

    Keadilan adalah keadilan antarmanusia di mana semua diperlakukan dengan sama, artinya sesuai dengan hak dan kewajiban masing-masing.

  • Aristoteles

    Keadilan merupakan tindakan yang terletak di antara memberikan terlalu banyak dan terlalu sedikit. Dengan kata lain, keadilan adalah memberikan sesuatu kepada masing-masing orang sesuai dengan apa yang menajdi haknya.

  • Pleper

    Keadilan adalah sikap yang didasarkan pada kehendak yang tetap dan ajek untuk mengetahui hak amsing-masing.

  • Thomas Hobbes

    Keadilan adalah suatu perbuatan yang didasarkan pada perjanjian yang telah disepakati.


Pentingnya Keterbukaan dan Keadilan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara


Keterbukaan dan keadilan merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah pemerintahan. Tanpa ada kedua hal tersebut, akan sulit mewujudkan kehidupan masyarakat yang makmur dan sejahtera, karena setiap kebijakan hanya mencerminkan keinginan para penguasa.

Keterbukaan memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan/kemajuan suatu bangsa. Keterbukaan dalam pemerintahan bisa dimaknai sebagai ada sikap terbuka, tanggung jawab, dan prollesinaosinalisme  kerja para pejabat agar lebih maksimal dalam melayani kebutuhan masyarakat. Selain mewujudkan kesejahteraan, rakyat yang puas dengan kinerja pemerintah akan memberikan kepercayaan penuh pada pemerintah, sehingga tidak memunculkan reaksi negatif seperti yang yang pernah terjadi sebelum masa reformasi.

Dalam negara demokrasi, keterbukaan merupakan hal yang urgen. Keterbukaan lebih  ditekankan pada kebebasan rakyat dalam mengkases sumber informasi, yaitu informasi yang berkaitan dengan rakyat dan bukan informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan yang memang harus dirahasiakan. Bahkan keterbukaan merupakan salah satu unsur pemerintahan demokrasi, yaitu pemilihan umum yang bebas dan adil.

Kesimpulan

Jadi pengertian keterbukaan adalah perwujudan sikap jujur, rendah hati, adil, serta mau menerima pendapat dan kritik dari orang lain. sedangkan pengertian keadilan keadilan adalah memberikan hak kepada orang yang berhak menerimanya. Dengan adanya keterbukaan, rakyat diajak berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pemerintahan. Keterbukaan dibutuhkan untuk memberi jaminan keadilan, yaitu bahwa seluruh kebijakan pemerintah ditujukan demi terciptanya rasa keadilan dan pemenuhan kebutuhan secara adil.

Pengertian dan Pentingnya Keterbukaan dan Keadilan


Peran Nilai dan Norma Sosial dalam Proses Sosialisasi - Dalam kehidupan sosial, nilai dan norma selalu berkaitan. Nilai merupakan sesuatu yang baik, dicita-citakan. diinginkan, dan dianggap penting oleh masyarakat. Adapun norma lebih banyak menekankan sebagai Peraturan-peraturan yang selalu disertai oleh sanksi-sanksi yang merupakan faktor pendorong bagi individu maupun kelompok masyarakat untuk mencapai ukuran nilai-nilai sosial tertentu yang dianggap terbaik untuk dilakukan. Nah kali ini Pejuang Ilmu akan membahas peran nilai dan norma dalam proses sosialisasi.

Di dalam penerapannya. nilai dan norma saling berkaian karena norma adalah nilai yang memiliki sanksi yang lebih tegas terhadap pelanggarnya. Nilai dan norma bertungas untuk menekan atau mendorong anggota masyarakat untuk memenuhi atau mencapai hai-hal yang dianggap hak untuk menjaga dan mempertahankan nilai sosial. Nilai sosial yang berlaku di masyarakat akan diaplikasikan dalam bentuk norma sosial yang jelas sebagai pedoman tingkah laku masyarakat. Norma merupakan aturan yang disertai dengan sanksi| yang berfungsi untuk mendorong, mengatur, bahkan memaksa setiap anggota masyarakat untuk mengikuti nilai-nilai sosial. 

Proses Sosialisasi dalam Nilai dan Norma


Di dalam prosedur sosialisasi, nilai dan norma sosial menjadi pemasti bagaimana cara sosialisasi berlangsung dalam diri seseorang. Secara umum, nilai dan norma sosial berfungsi untuk mengarahkan anggota masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku serta sebagai pengontrol perilaku dalam proses sosialisasi. Nilai dan norma sosial sangat diperlukan masyarakat karena mereka membutuhkan jaminan keamanan dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidupnya. 

Setiap manusia mengalami proses sosialisasi sejak ia dilahirkan. Dalam proses tersebut, ia melakukan proses belajar tentang bagaimana bertindak dan berperilaku sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat di mana ia tinggal melalui refleksi terhadap orang lain sehingga nilai dan norma sosial telah menjadi bagian dari dirinya. Oleh sebab itu, ia akan berperilaku dan bertindak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku.

Berikut beberapa fungsi nilai sosial dalam proses sosialisasi. 

  1. Sebagai pendorong

    Nilai sosial yang berguna sebagai pendorong adalah nilai-nilai yang bersangkutan dengan cita-cita dan harapan.

  2. Sebagai petunjuk arah

    Nilai sosial memengaruhi cara berpikir, berperasaan, bertindak, dan menjadi panduan dalam menentukan pilihan.

  3. Sebagai alat pengawas

    Nilai sosial menuntun, mendorong, bahkan tidak jarang pula memaksa anggota masyarakat untuk bertindak dan berperilaku sesuai dengan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Apabila ada seseorang yang melanggar nilai sosial, ia akan merasa bersalah dan tersiksa.

  4. Sebagai alat solidaritas

    Solidaritas dalam kelompok atau masyarakat akan terjaga dengan adanya nilai sosial.

  5. Sebagai benteng perlindungan

    Nilai sosial berfungsi sebagai benteng perlindungan yang dapat menjaga stabilitas budaya dalam suatu kelompok atau masyarakat yang bersangkutan. 


Adapun norma sosial memiliki tiga unsur pokok yaitu sebagai berikut. 

  1. Pedoman tentang tingkah laku yang dilakukan. 
  2. Pencegah terjadinya keretakan di antara anggota masyarakat. 
  3. Pegangan untuk mengadakan pengendalian sosial.


Macam-Macam Proses Sosialisasi


Terdapat dua macam proses sosialisasi yaitu sebagai berikut.

  1. Proses sosialisasi yang terjadi tanpa sengaja melalui proses interaksi sosial. Proses sosialisasi tanpa sengaja dapat terjadi ketika seorang individu yang disosialisasikan melihat sendiri secara langsung kegiatan yang dilakukan oleh individu lain (masyarakat) yang ada di sekitarnya dalam proses interaksi sosial, kemudian pola perilaku dan pola interaksi beserta norma yang mendasari kegiatan masyarakat tersebut diinternalisasn oleh individu yang bersangkutan ke dalam kepribadiannya. Sebagai contoh, seorang anak akan memperhatikan perilaku yang dikerjakan oleh ayah, ibu, maupun saudaranya yang lebih tua di dalam interaksi sosial dengan orang lain, selanjutnya anak itu meniru perilaku tersebut dalam pergaulannya sehari-hari.
  2. Proses sosialisasi yang terjadi secara sengaja melalui pendidikan dan pengajaran. Proses sosialisasi yang disengaja dapat terjadi ketika seorang individu yang disosialisasi mengikuti pendidikandan pengajaran yang dilakukan dengan sengaja oleh para pendidik yang menjadi wakil masyarakat. Tujuan utama dari pendidikan dan pengajaran tersebut adalah supaya norma dan nilai kultural yang berlaku dalam masyarakat dapat dimengerti dan dipahami oleh individu yang disosialisasi sehingga bisa tertanam dengan baik di dalam dirinya. Seorang anak akan dikenalkan pada norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat melalui proses pendidikan dan pengajaran sehingga anak tersebut akan mencoba memahami, kemudian menanamkan poIa-pola tersebut di dalam dirinya dan akan diwujudkan dalam perilakunya sehari-hari.


Kesimpulan


Seperti itulah peran nilai dan norma sosial dalam proses sosialisasi. Semoga bermanfaat dan dapat dimengerti oleh para pembaca.

Peran Nilai dan Norma Sosial dalam Proses Sosialisasi


Permasalahan Ekonomi Mikro dan Makro - Sebelumnya kita telah membahas definisi serta aspek-aspek yang dibahas oleh teori ekonomi mikro dan makro, nah kali ini Pejuang Ilmu akan membahas tentang permasalahan-permasalahan ekonomi mikro dan makro.

Pada umumnya, masalah-masalah ekonomi ekonomi yang dihadapi suatu negara antara lain masalah pertumbuhan ekonomi, masalah ketidakstabilan kegiatan ekonomi, masalah pengangguran, masalah inflasi, dan masalah ketidakseimbangan neraca pembayaran.

Baca Juga: Pengertian Ekonomi Mikro dan Makro Serta Perbedaannya

Permasalahan Ekonomi Mikro dan Makro

Berikut adalah permasalahan ekonomi mikro dan makro.

Ekonomi Mikro


Masalah-masalah dalam ekonomi mikro dapat dikelompokkan menjadi tiga pernyataan, yaitu sebagai berikut.

  • Jenis barang dan jasa apa yang harus diproduksi?

     Pernyataan tersebut menunjukan pentingnya pilihan-pilihan pembeli dalam perekonomian sehingga menentukan jenis-jenis kegiatan yang akan dijalankan dalam perekonomian.
  • Bagaimana cara memproduksi berbagai barang dan jasa tersebut?

    Pertanyaan tersebut ditujukan bagi rumah tangga produksi (perusahaan) dalam memproduksi barang dan jasa. Untuk memproduksi barang dan jasa perusahaan memerlukan faktor-faktor produksi yang jumlahnya terbatas. Sehingga untuk memperolehnya memerlukan pengorbanan. Oleh sebab itu, pengusaha harus membuat pilihan-pilihan agar dapat mencapai tingkat efisiensi yang tinggi sehingga dapat memperoleh keuntungan maksimal.
  • Untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi?

    Hubungan antara produsen dan konsumen terjadi pada saat produsen memerlukan faktor-faktor produksi yang disediakan oleh konsumen, serta konsumen membeli barang dan jasa yang dihasilkan oleh produsen. Interaksi antara konsumen dan produsen tersebut akan menentukan pendistribusian pendapatan yang diperoleh konsumen yang dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Berikut rangkuman tiga pertanyaan pada teori utama dalam ilmu ekonomi makro

  1. Teori harga, menganalisis tentang antara permintaan dan penawaran barang dan jasa dalam suatu pasar, bentuk-bentuk pasar, elastisitas permintaan dan penawaran, dan sebagainya
  2. Teori produksi, menganalisis tentang masalah biaya produksi, jumlah produksi, dan tingkat produksi optimal sehingga dapat mencapai laba maksimal.
  3. Teori distribusi, menganalisis tentang masalah pendistribusian faktor-faktor produksi, tingkat upah tenaga kerja, tingkat bunga yang harus dibayarkan kepada pemilik modal, dan tingkat keuntungan dari perusahaan. 

Ekonomi Makro


Pada umumnya permasalahan ekonomi makro antara lain sebagai berikut.

  • Masalah Pertumbuhan Ekonomi

    Setiap negara pasti menginginkan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki negara tersebut. Akan tetapi, yang umumnya sering terjadi pertumbuhan ekonomi yang tidak tercapai secara optimal akibatnya sebagian faktor-faktor produksi menganggur termasuk tenaga kerja.

  • Masalah Pengangguran

    Pada umumnya faktor utama yang menyebabkan terjadinya pengangguran adalah kekurangan permintaan agregat. Faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya pengangguran, yaitu pemakaian mesin-mesin modern, ketidak cocokan keterampilan yang dimiliki dengan keterampilan yang dibutuhkan, dan sebagainya.

  • Masalah Inflasi

    Inflasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam satu periode ekonomi. Harga yang naik secara terus menerus tentu sangat merugikan banyak pihak. Inflasi dapat terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kenaikan biaya produksi, kelebihan permintaan atas barang dan jasa, kelebihan jumlah uang yang beredar, serta penimbunan barang oleh para pedagang.

Kesimpulan


Permasalahan ekonomi mikro yaitu jenis barang dan jasa apa yang harus diproduksi?, bagaimana cara memproduksi berbagai barang dan jasa tersebut?, untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi?. Sedangkan permasalahan ekonomi makro  yaitu permasalahan pertumbuhan ekonomi, masalah pengangguran, dan masalah inflasi.

Permasalahan Ekonomi Mikro dan Makro

Faktor Yang Mempengaruhi Sosialiasasi

Faktor Yang Mempengaruhi Sosialisasi
- Kali ini Pejuang Ilmu akan membahas tentang faktor yang mempengaruhi sosialisasi. Sebelum menuju ke faktor yang mempengaruhi sosialisasi, apakah kalian tau apa itu sosialisasi? Sosialisasi adalah proses belajar seorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat dalam lingkungannya. Dapatkah kalian membayangkan bagaimana tingkah laku seorang anak jika tidak mengalami proses sosialisasi? Melalui proses sosialisasi, seorang individu sejak kanak-kanak mempelajari berbagai pola tindakan dari orang-orang di sekitarnya. Seorang individu selama proses perkembangan belajar mengenai nilai, norma, sikap, dan perasaan.

Faktor atau Penyebab Yang Mempengaruhi Sosialisasi


Berikut faktor atau penyebab yang mempengaruhi keberhasilan suatu proses sosialisasi.

  1. Kematangan Fisik Seseorang


    Kematangan fisik berkaitan erat dengan usia seseorang. Kematangan fisik terutama diperlukan untuk menyosialisasikan cara-cara berbahasa dan memerlukan beberapa keterampilan dasar. Mekanisme sosialisasi diperlukan untuk menjamin bahwa para anggota setiap generasi baru akan menginternalisasikan pola-pola budaya yang penting untuk membimbing dan mengatur perilakunya karena suatu perilaku manusia tidak dapat diatur terlebih dahulu melalui struktur genetik (keturunan) atau sifat-sifat biologis lainnya.

  2. Lingkungan Sarana Sosialisasi


    Lingkungan atau sarana sosialisasi terdiri dari sebagai berikut.

    1. Interaksi dengan Sesama

        Interkasi dengan sesama diperlukan untuk pertumbuhan kecerdasan dan emosional, serta untuk mempelajari pola-pola kebudayaan dan cara-cara berpartisipasi dalam masyarakat. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa interaksi sosial sangat penting dalam proses sosialisasi karena meupakan suatu cara untuk melatih seseorang hidup bermasyarakat.

    2. Bahasa

        Bahasa merupakan produk kebudayaan manusia yang sangat penting karena berisi simbol-simbol dan digunakan untuk memahami simbol-simbol kebudayaan lainnya. Bahasa digunakan untuk mengomunikasikan gagasan-gagasan serta menyatakan pandangan-pandangan dan nilai-nilai seseorang kepada orang lain dalam rangka hidup bermasyarakat.

    3. Kasih Sayang

        Kasih sayang diperlukan bagi kesehatan mental dan fisik seseorang. Selain itu, kasih sayang juga diperlukan sebagai sarana berkomunikasi dan bekerja sama dengan cara yang menguntungkan.

  3. Keinginan yang Kuat


    Menurut David C.McClelland(1963), faktor yang paling penting dalam proses sosialisasi adalah keinginan untuk melakukan sesuatu dengan baik, kepuasan untuk mencapai prestasi pribadi atau kebutuhan akan prestasi pribadi.

Tujuan Sosialisasi


Setelah mengetahui faktor yang mempengaruhi sosialisasi, apakah kalian tau apa tujuan sosialisai? berikut ini merupakan tujuan dari sosialisasi menurut Bruce J. Cohen.

  1. Seseorang dapat berpikir mengenai tuntutan jenis keahlian apa saja yang perlu dikuasai seseorang atau sekelompok orang untuk memenuhi kebutuhan hidup bermasyarakat.
  2. Seseorang dapat berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya untuk membaca, menulis, dan berbicara demi kelangsungan hidup bersama.
  3. Seseorang dapat melakukan latihan diri dalam mengontrol fungsi organik dirinya. Maksudnya adalah melalui sosialisasi maka seseorang dapat melakukan intropeksi apakah dirinya telah memenuhi apa yang dikehendaki bagi kehidupan bersama.
  4. Individu dapat melakukan internalisasi keyakinan dan nilai-nilai sosial dasar yang berlaku dalam masyarakat. Melalui sosialisasi, seseorang atau sekelompok orang orang dapat meresapi dan memahami nilai-nilai sosial dan keyakinan-keyakinan yang telah disepakati bersama.

Kesimpulan


Faktor yang mempengaruhi sosialisasi ada tiga, yaitu kematangan fisik seseorang, lingkungan atau sarana sosialisasi, dan keinginan yang kuat.

Faktor Yang Mempengaruhi Sosialisasi

Pengertian Ekonomi Mikro dan Makro Serta Perbedaannya

Ekonomi Mikro dan Makro Pengertian Serta Perbedaannya - Kali ini Pejuang Ilmu akan menjelaskan tentang pengertian ekonomi mikro dan makro serta perbedaannya. Pembagian ilmu ekonomi memang cukup luas dan bervariasi, tapi jika dikhususkan, ilmu teori ekonomi dibagi menjadi dua yaitu teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro. Apakah kalian tau pengertian ekonomi mikro dan makro? berikut penjelasannya.

Definisi Ekonomi Mikro dan Makro

Berikut adalah Definisi Ekonomi Mikro dan Makro Serta Perbedaannya

Ekonomi Mikro


Berdasarkan pola dan ruang lingkup analisisnya, ekonomi mikro (teori ekonomi mikro) dapat didefinisikan sebagai suatu bidang studi dalam ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian, seperti penawaran, permintaan, dan harga barang atau jasa.

Aspek-aspek yang dibahas dalam teori ekonomi mikro antara lain sebagai berikut.

  1. Interaksi di Pasar Barang


    Di pasar terjadi interaksi antara penjual dan pembeli untuk melakukan jual beli. Melalui interaksi penjual dan pembeli tersebut, terbentuklah harga dan jumlah barang yang diperjual belikan.

  2. Tingkah Laku Penjual dan Pembeli di Pasar


    Dilihat dari tingkah laku penjual dan pembeli, teori ekonomi mikro menunjukkan:
    a. bagaimana pembeli menggunakan sejumlah pendapatan (uang) untuk membeli berbagai yang dibutuhkan, dan
    b. bagaimana seorang penjual (produsen) menentukan tingkat produksi atau tingkat penjualan yang akan dilakukan untuk mencapai keuntungan maksimal.

  3. Interaksi di Pasar Faktor Produksi


    Individu-individu dalam perekonomian  adalah pemilik faktor-faktor produksi. Mereka menawarkan faktor-faktor produksi untuk memperoleh pendapatan. Selanjutnya, pendapatan tersebut digunakan untuk membeli barang dan jasa yang mereka butuhkan.

Kajian ekonomi mikro sebatas pada unit aktivitas yang dilakukan oleh individu-individu (baik orang perorang, rumah tangga, perusahaan, maupun industri). Jadi ekonomi mikro memusatkan perhatian pada analisis cara konsumen akan mengalokasikan pendapatannya yang terbatas terhadap banyaknya barang dan jasa yang dibutuhkan, sehingga ia memperoleh kepuasan maksimal. Selain itu, ekonomi mikro menganalisis cara produsen memperoleh keuntungan yang maksimal dengan anggaran yang sudah ditetapkan. Oleh karena itu, topik yang dipelajari dalam ekonomi mikro berkisar pada teori tingkah laku konsumen, teori produksi, teori biaya produksi, dan macam-macam bentuk pasar (industri).

Baca juga: Permasalahan Ekonomi Mikro dan Makro

Ekonomi Makro


Ekonomi makro atau disebut sebagai teori ekonomi makro dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari totalitas atau keseluruhan masalah-masalah dalam kegiatan perekonomian.

Analisis ekonomi makro merupakan analisis terhadap keseluruhan kegiatan perekomian. Analisisnya bersifat umum dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam perekonomian

Aspek-aspek yang dibahas dalam ekonomi makro antara lain sebagai berikut.

  1. Penentuan Kegiatan Ekonomi


    Analisis mengenai penentuan tingkat kegiatan yang dicapai suatu perekonomian merupakan bagian terpenting dari analisis ekonomi makro. Analisis ekonomi makro menunjukan bahwa tingkat kegiatan ekonomi ditentukan oleh pengeluaran agregat dalam perekonomian.

  2. Masalah Pengangguran dan Inflasi


    Pada umumnya pengeluaran agregat yang sebenarnya adalah lebih rendah daripada yang diperlukan untuk mencapai kesempatan kerja penuh. Keadaan ini menyebabkan kenaikan harga-harga atau inflasi.

  3. Peranan Kebijakan Pemerintah


    Langkah-langkah pemerintah yang utama dalam mengatasi masalah pengagguran dan inflasi dibedakan menjadi dua bentuk kebijakan, yaitu kebijakan fiskal dan kebijakan moneter.

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro


Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan perbedaan ekonomi mikro dan makro adalah ekonomi mikro hanya mempelajari atau menganalisis bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian, sedangkan ekonomi makro mempelajari totalitas atau keseluruhan dalam kegiatan-kegiatan ekonomi.

Pengertian Ekonomi Mikro dan Makro Serta Perbedaannya

faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna

Faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna - Kali ini Pejuang Ilmu akan menjelaskan tentang apa saja yang dapat menjadi faktor persebaran flora dan fauna. Kalian mungkin sudah tidak asing lagi dengan beberapa flora dan fauna di negara kita. Contoh fauna yang ada di negara kita adalah anoa, burung maleo, burung cendrawasih, dan komodo yang tersebar di Sulawesi, Irian (Papua), dan Nusa Tenggara. Adapun berapa jenis flora yang ada ada di negara kita adalah bunga bangkai dan meranti yang tersebar di Sumatera serta rotan dan damar yang tersebar di Kalimantan. Gambaran tersebut merupakan contoh persebaran flora dan fauna di Indonesia. Taapi apakah kalian tau apa saja yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna?

Faktor Yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna

Planet bumi kita ini dihuni oleh berbagai macam makhluk hidup, baik flora, fauna, maupun manusia. Peredaran flora dan fauna di permukaan bumi tidak merata, ada yang jumlahnya banyak di suatu tempat dan ada pula yang jarang sekali hewan maupun tumbuhan di tempat lain. Peredaran yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna antara lain sebagai berikut.


Faktor fisik (abiotik)


Apa yang dimaksud Faktor fisik (abiotk)? Faktor fisik (abiotik) merupkan unsur-unsur alam yang sangat memengaruhi kehidupan dan peredaran flora dan fauna.

1. Iklim


Iklim merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi peredaran flora dan fauna. Adapun yang termasuk iklim ini ialah suhu, udara, angin, kembangan udara, sinar matahari, dan curah hujan. Misalnya, suatu daerah yang memiliki kelembapan udara yang relative tinggi, penyinaran matahari yang cukup banyak dan curah hujan yang tinggi, maka daerah tersebut cenderung memungkinkan kehidupan flora dan fauna tersebar dalam jumlah yang banyak. Sementara itu, di daerah yang kelembapannya rendah, curah hujan yang sedikit dan suhu udaranya terlalu panas atau terlalu dingin, memungkinkan kehidupan flora dan fauna yang tersebar dalam jumlah yang sedikit.

2. Tanah


Tanah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Tanah berasal dari pelapukan batu-batuan yang banyak mengandung unsur-unsur kimiawi yang diperlukan bagi kehidupan tumbuh-tumbuhan, selanjutnya tumbuhan tersebut banyak dibutuhkan oleh hewan pemakan tumbuhan.

Beberapa unsur fisik tanah yang memengaruhi pertmbuhan tanaman, antara lain:

  • Hara, yaitu mineral organic yang banyak dibutuhkan oleh tanaman, misalnya karbon (C), Oksigen, Hidrogen (H), Nitrogen (N), Posfor (P), Kalium (K), dan Belerang (s)
  • Tekstur tanah, yaitu halus kasarnya butiran tanah. Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman adalah tanah yang butirannya seimbang antara butiran yang halus dan butiran yang kasar.
  • Tingkat kesuburan tanah, tanah yang gembur atau tanah humus adalah tanah hasil pembusukan tumbuh-tumbuhan.Tanah humus ini subur untuk pertumbuhan tanaman karena akar tanaman akan mudah menembus tanah maupun menyerap mineral-mineral yang terkandung didalamnya.
  • Keasaman (pH) tanah, pH tanah yang baik untuk pertumbuhan adalah 6-8.

2. Evalasi/Ketinggian tempat


Evalasi/Ketinggian tempat sangat berpengaruh terhadap persebaran flora dan fauna. Pada suatu daerah yang memiliki ketinggian tertentu, akan tumbuh jenis-jenis tumbuhan tertentu. Semakin tinggi tempat dari permukaan laut, tumbuhan dan hewan semakin jarang jumlah dan jenisnya. Sebaliknya, semakin rendah tempat dari permukaan laut, tumbuhan dan hewan semakin banyak jumlah dan jenisnya.

Faktor Nonfisik (biotik)


Apa yang dimaksud Faktor nonfisik (biotik)? Faktor nonfisik (biotik) adalah faktor yang berasal dari makhluk hidup dengan segala jenis bentuknya, yang meluputi makro-organisme dan mikri-organisme, antara lain:

  • Tumbuh-tumbuhan, merupakan sumber makanan bagi hewan-hewan peamakan tumbuhan (herbivore), yang selanjutnya memengaruhi keberadaan dan persebaran hewan-hewan lainnya.

  • Hewan, mempunyai peran yang sangat penting bagi persebaran tumbuh-tumbuhan dipermukaan bumi. Misalnya, burung dan kelalawar membantu persebaran tumbuhan dengan membawa biji-bijian yang dimakannya dan dijatuhkan ke daerah lain.

  • Manusia, merupakan faktor utama perubahan dan persebaran flora dan fauna di permukaan bumi. Manusia dengan kelebihan akal yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa, dapat membudidayakan dan menyebarkan jenis tanaman tertentu disuatu daerah ke daerah lain serta dapat mengembangbiakan beberapa jenis hewan tertentu.

Faktor biotik yang mempunyai peran utama dalam penyebaran flora dan fauna adalah manusia. Contohnya, manusia menyebakan beberapa jenis tanaman budi daya, seperti kopi dari Arab Saudi, karet dari Brazil, teh dari Cina, dan lainnya.

Kesimpulan


Dalam persebaran flora dan fauna ini memiliki 2 faktor yaitu faktor fisik atau disebut abotik dan faktor nonfisik atau biotik, faktor fisik terdiri dari iklim, tanah, dan evalasi atau ketinggian tempat sedangkan faktor nonfisik terdiri dari tumbuahan, hewan, dan manusia. Kedua faktor ini sangat penting dalam persebaran flora dan fauna di dunia ini.

Faktor Yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna